Apa itu Tasawuf

Adalah ilmu Laduni yang telah di karuniakan olehALLAH SWT kepada beliau, karena itu orang yang mempelajari Tasawuf pada dasarnya bisa menggabungkan dua sumber acuan pokok,yakni :


1.       Berdasarkan Wahyu (Qauliyah),

2.       Berdasarkan tanda-tanda ayat-NYA (Qauniyah) yang terpampang jelas pada alam atau makhluk ciptaan-NYA.


“Tidak memakai ilmu atau bacaan tertentu, hanya menjaga keluar masuknya Nafas kapan ia keluar dan kapan ia masuk” sehingga secara rutin dapat melaksanakan sholat ke masjidil haram setiap hari jum’at.(kira-kira seperti itulah beberapa patah kata yang pernah di katakan Datu Sanggul kepada Datu Kalampayan/Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari) kata-kata yang diucapakan beliau tersebut diatas juga sama seperti yang pernah di ucapkan oleh Mawlana Abdul Khaliq Al Ghujdawani qs tentang “Hosh Dar Dam/Bernafas secara Sadar” dan Imam Tariqah Syah Naqsyaband qs “ (jalan) ini dibangun diatas jalan nafas ( pondasi ) nafas, jadi adalah keharusan seseorang menjaga nafasnya dikala menghirup dan membuang nafasnya”


Yaitu sifat kebenaranNya, kesempurnaanNya, keelokanNya, kekerasanNya jua ialah yang dinamakan kalimah tauhid yang Mulia ituLailahaillallah.Kemudian daripada itu hendaklah diketahui pula maksudnya yang mulia itu supaya jangan syak dan waham lagi pada pengetahuan tauhid pada marifat, adapun kalimahLailahaillallah terbagi Dua :

1.       LAILAHA itu sifatnya kaya tiada kekurangan yaitu Allah Ta’ala,

2.       ILLALLAH itu sifatnya kekurangan yang masih berkehendak yaitu Muhammad



Jika sudah demikian hendaklah diketahui pula apa yang bernama Muhammad oleh Allah Ta’ala, dan bernama Allah Ta’ala itu apa oleh Muhammad supaya menjadi Tauhid pada kalimah yang mulia itu jua hendaknya.Adapun ilmunya dan rahasianya oleh Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala itu nama bagi dzat wajibbal wujd dan mutlak.

Yaitu  Bathin Muhammad dan Allah Ta’ala itu nama bagi sifat dzahir Muhammad. Jadi dzahir dan bathin Muhammad itulah yang bernama Allah,

 jikalau demikian patut kalimah yang mulia inilah pertemuan hamba dengan Tuhannya dan lagi kalimah yang mulia ini di umpamakan, sebesar gunung  tempat perhimpunan segala rahasia dan segala ruh, nyawa dan segala hati, tubuh, nama, ilmu dan segala isi-isinya dan segala islam, iman, segala tauhid, segala marifat, habis terhimpun semua dikalimah ini.Maka yang penting diamalkan supaya mahir seperti kata Yaumul Mesra, mesra pada siang dan malam, terutama diwaktu dalam sembahyang  lima  waktu karna diwaktu itulah Tuhan menurunkan petunjuk yang baik adanya. Jadi yang mengatakan kalimah Lailahaillallahtiada lain Dia sendiri jua, memuja diriNya sendiri jua.


·         LAYASRIFULLAHU ILLALLAH = tiada mengenal Allah hanya ALLAH.

Jadi yang sebenar-benarnya Muhammad, benar-benar diri dan jangan saudara syak dan waham lagi karna tubuh, hati, nyawa, rahasia. Muhammad itulah yang mempunyai insan yakni Syariat namanya, adapun nyawanya itu dinamai Alam Mitsal Hakekat namanya, adapun rahasia itulah yang bernama Alam Ruh yakni Marifat namanya. Maka sesudah demikian hendaklah Muhammad itu pula yang mengenal akan Tuhannya.

ALLAH =

        Alif(dzat)

        Lam(sifat)

        Lam(asma)

         Ha(Af’al)

(dzat wajibbal wujd) muhammad => HU ALLAH


tetapi belum lagi Muhammad mengenalakan Tuhannya sebelum fana tubuhnya, hatinya, nyawanya, rahasianya, dzatnya, sifatnya, af’al nya. Seperti firman Allah Ta’ala dalam Quranul Kariim ;

   قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

 Artinya Katakanlah : "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ESA pada dzatnya, sifatnya, asmanya, af’alnya. Seperti dalam Quran kariim ; 


  

"Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam" (QS. Al Mu'min:66).



Maka keterangan Muhammad mengEsakan, menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala seperti yang tersurat didalam kitab ini jangan syak dan waham lagi dengan perkataan ini..

ALIF  adapun bathin Muhammad Dzat kepada Allah Ta’ala rahasia kepada hambanya,

LAM AWAL  adapun Awal Muhammad itu sifat kepada Allah Ta’ala Nyawa kepada hambanya,

LAM AKHIR  adapun akhir Muhammad Asma kepada Allah Ta’ala Hati kepada hambanya,

HA adapun dzahir Muhammad Af’al kepada Allah Ta’ala tubuh kepada hambanya.

JANGAN DISANGKA HAMBA ITU KITA,ITU SALAH KARENA KITA ITU PADA ILMUNYA SUDAH TIADA ADA LAGI.


jadi rahasia, nyawa, hati, tubuh Muhammad itupun tiada ada padanya jua. Tiada lagi kepada sifat, kepada asma, kepada Af’al nya seperti firmanNya ;

هُوَ    الْأَوَّلُ    وَالْءَاخِرُ    وَالظّٰهِرُ    وَالْبَاطِنُ    ۖ   وَهُوَ    بِكُلِّ    شَىْءٍ    عَلِيمٌ    ﴿الحديد:٣

   

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir ,Yang Zhahir dan Yang Bathin (Al Hadid / QS. 57:3).


Jadi Muhammad itu sekedar nama jua,keterangan yang lebih terang lagi menentukkan Muhammad itu sebenar-benarnya tiada lain kedzahiran  Lima  sifat Allah Ta’ala jua yang dinamakan kalimahLAILAHAILLALLAH. Jadi firman Allah : tafakur seketika itu dengan berhadap terlebih baik daripada kebaktian seribu tahun. Adapun yang terhimpun di dalam tubuh kita ini ada dua ruh, yang tidak diketahui yaitu ruh yang dinamakan ruhul quds dan yang kedua dinamakan ruhani.


adapun sebutan ruh itu atau ucapannya “ALLAH”, dan yang satu lagi ucapannya “HU” inilah yang mau kita cari yang dinamakan rahasia Allah Ta’ala dengan Muhammad.


Jikalau mau diketahui hendaklah di cari guru mursyid yang tahu ilmu hakikat jikalau tiada, jangan dibuka karena tiada tahu jalan rahasia tuhan yang tersembunyi dalam diri kita. Ketahuilah olehmu hai talib yang beroleh pertolongan dari pada nabi kita SAW dengan syafa’at pada yaumil akhir. Bermula jalan yang sempurna dari pihak dzahir dan bathin ada jalan musahadah, mukaballah, mukarammah dan musahallah. Adapun arti dari:


musahadah = berpandangan, mukaballah = berhadapan, mukarammah = menyertakan, musahallah = menyempurnakan. Jika ditanya apa arti di pandang dan apa arti berhadapan dan juga arti dari menyertakan?


Adapun yang berhadapan itu Ajim artinya Cita-cita yang amat tangkas, dan adapun yang dipandang itu itikat, yang menyertakan itu yakin karna nyata tiada syak dan was-was dalamnya, menyempurnakan itu Tauhid menyampaikan segala penglihatan mata batin dari pada meng-Esa-kan. Adapun Nakitah dan tanajul pun segala asyaita yin awal itu ilmu namanya kuat jua tiada lainnya, adapun wadah itu wujd mutlak pun namanya jua, ilmu pun namanya jua.


Lam : wujd, kidam, baqa, muhalafatulil hawadis, kiyamuhu binafsih.


adapun yang dikatakan nyawa muhammad itu sebenarnya tiada lain kedzahiran empat sifat AllahTa’ala yang dinamakan kalimah ILLA = kodrat, iradat, ilmu, hayat.


Adapun yang dikatakan tubuh muhammad sebenar-benarnya dari lima :  kadirrun, muriddun, aliimun, hayyun, dan wahdaniyyat.


Jadi yang bernama Muhammad tiada lain ialah sifat tuhan jua.

LA = Wujd, kidam, baqa, muhalafatulil hawadis, kiyamuhu binafsih >>> Diri , Dzat,

ILAHA = Sama, basar, kalam, sami’un, basirun, mutakalimun >>> Nyawa , Sifat,

ILLA = kodrat, iradat, ilmu, hayat >>> Hati , Asma,

ALLAH = kadirun, muridun, aliimun, hayyun, wahdaniyyat >>>Tubuh , Af’al.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal diri Mengenal Allah

Ma'rifat